BERITA TERHANGAT DARI LINTAS BANGSA PAPUA BARAT ; ;

Rabu, Desember 24, 2008

Tabrakan di Kalam Kudus, 1 Tewas 2 Luka Parah


JAYAPURA- Tabrakan maut melibatkan tiga kendaraan masing-masing mobil Pick Up DS 8108 AD dikemudikan Yunus Burdam (33), Honda Tiger DS 3746 AJ dikendarai Andika (16) dan Budi (19) serta Honda Supra X DS 3045 AY dikendarai Wempi (37), terjadi di Jalan Raya Depan SD/SMP Kalam Kudus Ardipura, Rabu (10/12) sekitar pukul 19.00 WIT.

Dalam tabrakan tersebut, satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka parah. Korban yang meninggal diketahui bernama Andika, pelajar SMA 4 Entrop, yang mengalami luka parah, yakni leher dan perut putus.

Korban diduga tewas akibat terseret mobil pick up beberapa meter hingga menabrak pagar besi pengaman jalan. Sementara itu korban yang mengalami luka parah yakni Budi, yang dibonceng Andika, mengalami patah betis kanannya. Korban lainnya Wempi pengendara Honda Supra juga mengalami patah kaki kanannya.

Sementara itu, pengemudi mobil Pick Up Yunus Burdam hanya mengalami luka robek dibagian dahinya. Ketiga korban luka-luka, hingga berita ini diturunkan masih menjalani perawatan intensif di ruang UGD RSUD Dok II. Sedangkan jenazah Andika yang kondisinya sangat mengenaskan, saat itu juga langsung dibawa petugas dan warga ke kamar mayat untuk dilakukan otopsi.

Yunus Burdam saat ditemui Cenderawasih Pos mengaku saat mengendarai mobil dirinya sedang dipengaruhi Miras.“Saya memang saat itu sedang mabuk. Saya tidak tahu saat memasuki jalanan turunan yang saya injak bukannya rem tapi justru gas,” katanya sedikit menyesal.

Dijelaskan, saat itu dirinya dari arah Kotaraja mau ke Dok V atas dengan laju kendaraan tidak terlalu kencang. Namun setibanya di depan SD/SMP Kalam Kudus dirinya mengaku kemungkinan salah injak rem sehingga menabrak motor yang ada didepannya. “Saya juga tidak tahu kenapa saya bisa nabrak motor padahal mobil saya tidak kencang,” ujar dengan nada agak tidak percaya.

Di tempat yang sama Budi pengendara Honda Tiger mengatakan, saat itu dirinya bersama Andika (korban tewas) melaju dari arah Polimak ke Kota Jayapura. Setibanya di jalan turunan, tiba-tiba motornya ditabrak dari arah belakang. “ Sebenarnya motor yang saya kendarai sudah di pinggir jalan bahkan jalannya pelan-pelan. Tiba-tiba mobil yang ada dibelakang saya menabrak dan saya langsung meloncat,” tuturnya menceritakan.

Hal senada juga diutarakan pengendara motor Supra Wempi. Menurutnya, saat itu ia dari Argapura mau ke Jayapura. Setibanya di turunan tikungan, tiba-tiba motornya ditabrak Honda Tiger dari belakang “Saya kaget saja dan langsung lompat. Kemungkinan besar setelah mobil itu nabrak Tiger terus nabrak motor saya ,” tuturnya.

Seorang saksi di TKP bernama Yohanes menuturkan, persis di depan SD/ SMA Kalam Kudus mobil Pick Up itu nabrak motor tiger hingga terseret beberapa meter dan berhenti di jalanan tikungan setelah menghantam pagar besi pengaman jalan. “ Waduh pokoknya kondisi mengenaskan mas. Korban yang saat itu masih diatas motor terseret seperti terguling-guling sebelum menabrak pagar besi. Syukurnya orang yang dibonceng langsung melompat dari atas motor,” terangnya.

Sementara itu, pantauan Cenderawasih Pos di ruang mayat RSUD Dok II, suasana duka menyelimuti tempat tersebut. Keluarga dan teman-teman korban terlihat memadati kamar mayat. Mereka tak kuasa menahan kesedihan atas musibah yang menimpa keluarga dan rekannya.

Bahkan sebagai bentuk pelampiasan kemarahan atas tewasnya korban, salah seorang keluarga korban sempat memukul kepala pelaku saat masih dalam perawatan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa anggota Lantas dan Dalmas Polresta Jayapura didatangkan ke ruang UGD RSUD Dok II untuk mengamankan pelaku.

Atas kejadian ini, kondisi Honda Tiger mengalami kerusakan yang sangat parah bahkan ringsek tidak terbentuk lagi body motornya. Sedangkan kondisi Honda Supra hanya mengalami kerusakan ringan dibagian belakangnya. Begitupun dengan mobil pick up, kondisinya juga mengalami kerusakan sangat arah dan tadi malam telah dievakuasi untuk diamankan di Mapolresta Jayapura.

selengkapnya......

Muntaber Serang Warga Paniai, 52 Orang Meninggal Dunia

Paniai--Pos Kontak Biro Perdamaian dan Keadilan Gereja Kristen Papua di Nabire, Yones Douw mengatakan, dalam pekan terakhir (1 Desember s.d. 10 Desember 2008) kurang lebih 52 orang meninggal dunia akibat wabah Mutaber, Rabu (10/12). Namun, menurut pengamatan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai susah dikategorikan sebagai penyakit muntaber dan tidak teridentifikasi.

Yones mengatakan, wabah Muntaber itu terjadi di Desa Dagouto, Desa Uwamani, Desa Toko, dan desa Eduda, Kabupaten Paniai. Dilaporkan, 31 orang hingga saat ini dirawat intensif di RSUD Enarotali, Kabupaten Paniai.

“Jika tidak ada penangan segera dari pemerintah daerah, dipastikan jumlah korban terus meninggal. Karena wabah ini sangat cepat menyebar dari kampung ke kampung,” kata Douw ketika dikonfirmasi balik pada, Kamis (11/12) malam.

Kejadian itu dibenarkan oleh Fr.Oktovianus Pekei, Pr., Tim Pastoral Gereja Katolik di Enarotali. Dia mengatakan, wabah itu memang benar dan sedang berlangsung tetapi belum ada penangganan di beberapa desa wilayah Kabupaten Paniai.

“Tiga hari lalu (Senin, 8/12) sekitar 11 warga di pusat Kabupaten Paniai masuk rumah sakit dan beberapa warga lain telah meninggal dunia. Untuk itu, kami telah mengadakan rapat koordinasi untuk mengumpulkan informasi menyangkut kejelasan wabah muntaber ini,” kata Frater Oktovianus Kamis (11/12) sekitar pukul 11.30Wit.

Lebih lanjut Frater Oktovianus mengatakan, hingga saat ini RSUD Kabupaten Paniai berusaha menampung, namun banyak yang tidak tertolong. ”Muntaber ini mirip seperti wabah muntaber yang menyerang warga Kabupaten Dogiyai beberapa bulan lalu, sehingga perlu penanganan dari berbagai pihak,” kata Frater.

selengkapnya......

Duet Mega-Sultan Masih Dijajaki



JAKARTA, JUMAT — Wacana menyatukan Megawati Soekarno Putri dan Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi pasangan dalam pertarungan Pilpres 2009 sudah lama terdengar.

Pada peluncuran buku Mereka Bicara Mega, yang dilangsungkan Jumat (12/12) siang ini, Sultan berkenan hadir. Kedatangannya wajar jika diartikan bermacam-macam. Sekjen PDI-P Pramono Anung mengatakan, ia menghargai kedatangan Sultan, apalagi Sultan memilih untuk hadir ke undangan Mega dibandingkan menghadiri raker gubernur se-Indonesia.

"Banyak capres yang hadir disini, wajar kalau diartikan bermacam-macam. Terima kasih untuk Sri Sultan yang sudah menyempatkan hadir. Tadi, Sultan dikerubuti wartawan, dan dengan diplomatis ia menjawab, 'dalam rangka untuk bersilaturahim, berdialog, dan dalam penjajakan, dan sebagainya'," kata Anung saat membuka rangkaian acara peluncuran buku tersebut.

Sultan sendiri saat ditanyakan, hanya menjawab sepotong-sepotong. Ia mengatakan, dengan putri Bung Karno, ia masih dalam tahap berdialog dan berkomunikasi.

"Sama beliau (Mega), saya biasa berkomunikasi. Semua dikomunikasikan," kata Sultan.

Ketika ditanya, apakah ia bersedia menjadi pendamping Mega, Gubernur DIY itu hanya menjawab singkat, "Saya tidak pantas untuk menjawab pertanyaan itu," ujar dia.

Selain Sultan, sejumlah tokoh yang menuliskan testimoninya tentang Mega, juga hadir dalam acara tersebut di antaranya Hj Tuti Alawiyah, Sukardi Rinakit, dan Ikrar Nusa Bakti. Megawati sendiri hadir bersama suaminya, Taufik Kiemas.

#####################
YOSEP YERRY GOBAI
E-mail:koran_tugupos@yahoo.com
Mobile:+6285244963003


selengkapnya......

Ancam Bunuh Obama, Pria Hawaii Ditangkap



Hawaii - Seorang pria Hawaii, AS ditangkap karena diduga mengancam membunuh presiden terpilih AS Barack Obama. Pria bernama Mark Miyashiro itu melontarkan ancaman tersebut pada 3 Desember lalu.

Saat itu, Miyashiro sedang menemui seorang dokter yang merawatnya karena gangguan kejiwaan schizophrenia. Kepada dokter tersebut, Miyashiro menyampaikan niatnya untuk membunuh Obama.

Demikian menurut laporan kriminal yang diajukan di Pengadilan Distrik AS seperti dilansir harian News.com.au, Kamis (11/12/2008).

Miyashiro kemudian membuat ancaman lainnya ketika agen-agen Dinas Rahasia AS menginterogasi dan menangkapnya di rumah pria itu di Kaneohe. Dia ditangkap sehari setelah sang dokter melapor ke otoritas soal ancaman Miyashiro.

Agen Dinas Rahasia juga menyita sebuah senapan SKS buatan Rusia dari kediaman Miyashiro.

Miyashiro dikenai dakwaan mengancam nyawa presiden atau presiden terpilih. Jika terbukti bersalah, dirinya bisa dihukum maksimum lima tahun penjara, denda US$ 250.000 dan hukuman percobaan maksimum tiga tahun.

Pria itu saat ini ditahan di Pusat Penahanan Federal di Honolulu, Hawaii.(

selengkapnya......

Freport Belum Sejahterkan Rakyat Papua

JAYAPURA, MINGGU - Ketua Umum Forum Cendekia Muslimah Peduli ICMI Sulawesi Selatan, Sutina Made, Minggu (21/12) menilai PT Freeport Indonesia belum mensejahterakan rakyat Papua khususnya Mimika padahal kandungan emas, tembaga dan perak yang dibawa ke Amerika Serikat jauh lebih besar dari pembagian keuntungan yang diterima rakyat Papua.

Freeport sendiri sudah berada di Papua sejak April 1967 melalui kontrak karya pertama dengan Pemerintah Indonesia dan Desember 1967 memulai eksplorasi di Grasberg, sambung Sutina Made.

Pada Konferensi Nasional Muslimah Nasional di Makasar minggu lalu, Sutina membeberkan secara rinci kandungan emas kelolaan Freeport dan kemiskinan rakyat Papua serta menawarkan solusi pengelolaan kekayaan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat daerah itu.

Data penduduk setempat memperlihatkan, 47,99 persen keluarga Papua dihimpit kemiskinan, sedangkan di Papua Barat proporsi penduduk miskin mencapai 36,85 persen yang kalau dijumlahkan penduduk miskin di dua provinsi itu mencapai 45,43 persen.
Data juga mengungkapkan, produksi emas di Grasberg mencapai 86,2 juta ons, 32,2 juta tembaga dan 154,9 juta ons perak, namun ironisnya Papua tergolong provinsi miskin dan mayoritas penduduk Mimika di mana Freeport beroperasi, hidup di bawah garis kemiskinan.

Pemerintah kehilangan triliunan rupiah setiap tahun, padahal keuntungan bersih perusahaan itu pada 2002 mencapai Rp 1,27 triliun, tahun 2003 naik menjadi Rp 1,62 triliun, berikutnya melonjak menjadi Rp 9,34 triliun.

Suina mengungkapkan, AS menguasai 81,2 saham PT Freeport Indonesia, sedangkan pemerintah Indonesia hanya 9,4 persen dan walaupun kontrak Freeport habis pada 1997, kontrak karya diperbarui di mana Freeport mendapat lisensi baru selama 30 tahun berikutnya, ditambah opsi dua kali 10 tahun sehingga perusahaan itu berhak berada di Tembagapura hingga 2041. "Para intelektual Indonesia khususnya cendekiawan Papua harus memberi solusi bagaimana sumber daya alam Papua dikelola secara adil," katanya.
Indonesia, telah memberi keuntungan lebih besar kepada pihak asing ketimbang rakyat Papua, khususnya warga yang bermukim di sekitar tambang. Kini giliran intelektual Papua mengoptimalkan kemampuannya dalam menyelamatkan sumber daya alam Papua lewat promosi strategi managemen sumber daya alam yang lebih baik khususnya di areal tambang Freeport, dengan cara membangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat.

"Dengan cara itu, sumber daya alam akan dimasukkan dalam kategori kepemilikan publik yang pengelolaannya diserahkan pada Negara dan hasilnya dikembalikan sebesar-besarnya kepada rakyat," ungkap Sutina Made.

selengkapnya......

Penolakan UU BHP Terus Terjadi

YOGYAKARTA, .(Tugupos)
SENIN - Unjuk rasa penolakan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan terus berlanjut. Hari ini, Senin (22/12) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Yogyakarta berunjuk rasa meminta pembatalan UU BHP.

"Lahirnya UU BHP ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak mau campur tangan terhadap pendidikan tanpa melihat kondisi masyarakat," kata Koordinator Umum aksi Supriyadi Ashar. UU BHP, ungkap Supriyadi, berarti melegalkan privatisasi dan komersialisasi pendidikan. Akibatnya, orang-orang kaya saja yang bisa mengenyam pendidkan .

Dalam unjuk rasa itu, mahasiswa meminta dukungan pimpinan DPRD DIY. Mereka meminta pimpinan DPRD DIY menandatangani pernyataan sikap mahasiswa yang akan dikirimkan kepada DPR dan pemerintah.

Wakil Ketua DPRD DIY Gandung Pardiman mengabulkan tuntutan mahasiswa dengan memberikan tandatangan serta stempel DPRD DIY. "Kami menentang segala hal yang merugikan rakyat," ungkap Gandung dihadapan mahasiswa.yos gob

selengkapnya......


SELURUH KOMUNITAS MAHASISWA PANIAI
MENGUCAPKAN
SELAMAT MERAYAKAN HARI KELAHIRAN TUHAN KITA YESUS (NATAL) 25 DESEMBER 2008
DAN
SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU 1 JANUARI 2009

SEmoga damai natal, memberikan segala kemampuan untuk kita dalam bertahan mengalami problematikan dan dinamika kehidupan yang semakin hari semakin mencekam.

selain itu, damai natal juga mempersatukan kita menjadi generasi Papua yang siap pikir, sipa hidup dan siap pakai dalam pembangunan menuju Papau yang baru, terutama Kabupaten Paniai.

selengkapnya......

SELAMAT MERAYAKAN NATAL 25 DESEMBER DAN SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU 1 JANUARI 2009

“O Christmas Tree…O Christmas Tree, how are thy leaves so verdant! O Christmas tree, O Christmas tree, how are thy leaves so verdant!”

Syair dalam bahasa Inggris ini melagukan tentang pohon terang alias pohon cemara beserta hiasan lampu dan ornamen yang dipasang dalam rangka menyambut perayaan Natal di bulan Desember. Yang pasti pula, lantunan lagu ini sudah tidak asing lagi di telinga.

Biasanya, ketika berjalan di pusat-pusat perbelanjaan menjelang Natal, pastilah lagu tersebut tidak ketinggalan diperdengarkan. Mengapa pohon terang sampai identik dengan Natal dan orang-orang mendekorasinya begitu cantik, baik pohon imitasi maupun pohon sesungguhnya ketika Natal tiba?

Keberadaan pohon terang tersebut berawal dari abad ke-7. Ketika itu, ada seorang agamawan dari Crediton, Devonshire yang pergi ke Jerman untuk menyebarkan ajaran agama Kristiani. Konon, orang kudus tersebut menghabiskan waktunya di daerah bernama Thuringia di mana kemudian daerah tersebut menjadi sebuah daerah industri untuk dekorasi pohon Natal.

Kemudian, seiring dengan perjalanan waktu, Pohon Terang pertama kali ada di Riga, Latvia pada tahun 1510. Lalu, pada abad ke-16, Martin Luther ingin menunjukkan sebuah ilustrasi kepada anak-anaknya dengan memasangkan Pohon Terang kecil yang dihiasi lilin-lilin sebagai simbol bagaimana cahaya bintang itu berkelap-kelip di waktu malam.

Hal tersebut memicu perkembangan pasar dalam menjual barang-barang bernuansa Natal di Jerman pada abad ke-16. Kreasi dari masing-masing pedagang pun bervariasi mulai dari kado, makanan dan peralatan lain. Nah, dari kegiatan sejenis bazaar ini lahirlah ornamen-oranamen Natal dari lilin dan cendera mata lain dalam aneka bentuk kue beraroma jahe atau lazim disebut gingerbread. Para pembeli memiliki kebiasaan untuk membawa pulang cendera mata tersebut ke rumah masing-masing dan kemudian menggantungkannya di Pohon Natal.

selengkapnya......
Template by : YOSEP GOBAI komunitas-paniai.blogspot.com