
Kepada Cinta dan Kebenaran
Tatkala orang bicara cinta dan kebenaran sesungguhnya ia tengah mencari dan memilih "sesuatu" dalam hidup serta kehidupan. Salah mencari bisa tersesat lalu terjerumus. Was-was memilih menjadi ragu-ragu. Atau terlampau yakin cenderung gegabah. Bahkan, bisa terjebak rasa takabur lagi sombong. Tidak untuk ketiganya. Semua orang ingin menjadi orang yang benar, benar, dan benar.
Adalah keniscayaan bahwa cinta dan kebenaran selalu menarik diperbincangkan, dinyanyikan, bahkan dilegendakan banyak orang di mana pun. Oleh karena sejatinya hidup berawal dari cinta, dan kehidupan menjadi menarik sebab keyakinan tentang kebenaran.
Hidup itu sendiri. Hanya kehidupan yang bersama-sama. Hidup ditentukan oleh diri sendiri. Kehidupan dapat ditentukan orang lain dan lingkungan. Setiap hidup berbeda. Cuma kehidupan yang bisa dan boleh diseragamkan. Hidup itu manunggal rasa. Hanya berbeda rupa berbeda warna.
Kalau ia garis hidup itu vertikal - kehidupan ialah garis horizontal. Pada dimensi bilangan, hidup itu nol. Maka kehidupan adalah angka-angka sesudahnya. Seandainya cinta itu zat ia tak berwarna. Maka kebenaran yang memberinya warna-warni. Ibarat tubuh cinta ialah darah yang mengaliri hidup. Sedangkan kebenaran kaki penyangga kehidupan.
Tidak ada kehidupan tanpa hidup. Bermanfaat dan mudharatnya hidup karena kehidupan.
Tak ada hidup tanpa cinta. Sia-sia kehidupan tanpa kebenaran. Demikian aneka unsur jalin-berjalin antara hidup, cinta, kehidupan, dan kebenaran. Aduhai, sesungguhnya siapa di balik makna (hakiki) cinta dan kebenaran dalam hidup serta kehidupan ini?
Konon, cinta ialah sesuatu berbentuk pengungkapan, perasaan, pengorbanan, pengertian, dan program.
Pertanyaan hipotesa adalah: (1) bagaimana dikatakan cinta, sedangkan kamu belum pernah mengungkapkan apa-apa; (2) bagaimana bisa mengatakan bahwa cintamu sungguh suci, sedangkan kamu tak punya perasaan apa-apa; (3) bagaimana disebut cinta, sementara kamu tak pernah berkorban apa-apa; (4) bagaimana bisa menerima cintanya, sedangkan kamu tidak punya pengertian apa-apa; (5) bagaimana mungkin cintamu disebut tulus dan ikhlas, sedangkan dirimu tak punya program apa-apa?
Dan kebenaran adalah sesuatu yang berbentuk penyelidikan, permasalahan, pembahasan, pengetrapan, atau tindakan, dan petunjuk.
Pertanyaan retorikanya: (1) bagamana mungkin sesuatu dianggap benar, sedangkan hal itu sama sekali belum pernah diselidiki; (2) bagaimana hal itu dapat dikatakan benar, sedangkan kamu belum mengerti permasalahannya; (3) bagaimana mungkin sesuatu dianggap benar, sedangkan sebelumnya hal itu tidak pernah dilakukan pembahasan; (4) bagaimana mungkin dikatakan benar, sedangkan kamu belum pernah mengetrapkannya; (5) bagaimana tindakanmu dikatakan benar, sedangkan langkah yang kamu tempuh tidak sesuai petunjuk?
Itulah cinta dan kebenaran. Tatkala mencarinya wajib melalui tata hukum yang dijalankan secara benar guna mengetahui sesuatu hal. Atau mengetahui dulu dengan benar hal ikhwal jalannya hukum sesuatu hal. Jangan dipenggal. Jangan pula diacak atau dibolak-balik. Itu satu rangkaian makna kalimat. Bisa menimbulkan kerancuan, stagnasi, distorsi, dan seterusnya. Dan, seringkali pemaknaan sepotong-sepotong cenderung ngawur dan mengada-ada.
Mereguk cinta dan kebenaran dalam hidup serta kehidupan butuh persyaratan, tata krama, atau kriteria logika. Oleh karena meraih cinta dan kebenaran jalannya ada dan lagi nyata. Bukan seperti mimpi. Ada tetapi tak nyata.
Cinta bukan soal perasaan belaka. Bukan masalah pengungkapan saja. Bukan perasaan saja. Bukan pula soal pengertian semata. Cinta butuh pengorbanan. Ia butuh program-program nyata. Demikian pula hal ikhwal kebenaran.
Ternyata ia bukan sekedar petunjuk pimpinan. Tidak pula fatwa para ulama. Atau doktrin-doktrin semata. Kebenaran butuh penyelidikan karena ada masalah sebelumnya. Kebenaran membutuhkan pembahasan. Dan, suatu kebenaran butuh penerapan tindakan sebagai bukti untuk meyakinkan bahwa hal itu memang benar adanya.
Menyatakan cinta tanpa ada kriteria dan persyaratan logika adalah gombal belaka. Seperti remaja dimabuk cinta cuma syahwat yang bicara. Ia akan berlalu saat kau terlena dibuai cinta. Menyebut kebenaran tidak dengan tata krama logika adalah dogma.
Apakah dogma ialah keyakinan yang diterima tanpa kritik tanpa selidik. Cuma soal waktu saja. Lambat laun dogma berubah basi di mana manfaatnya hanya sekedar mitos ataupun stigma. Letaknya dimulut berselimut gengsi dan kebohongan belaka.
Oleh karena itu janganlah berpindah dari suatu hal kepada hal lain sebelum kamu mengetahui hakikat kebenaran. Terutama kebenaran mencinta, dicinta, serta kebenaran dalam bercinta.
Sesuatu dikatakan benar adalah sesuatu yang bergerak menurut sifat dan tuntutan dari zamannya. Selain daripada itu masih belum dapat dikatakan benar secara mutlaq. Oleh karena sesungguhnya kebenaran itu berasal dari sang Dia, Rabb Yang Kekal Abadi.
Mengenai Saya
- ADMIN KOMUNITAS PANIAI
- KEBENARAN BISA DISALAHKAN TETAPI, TIDAK BISA DIKALAHKAN. BY ADMIN
BERITA DARI PAPUA
Category
Daftar Blog Saya
-
Kongres Rakyat Papua III Tetap Digelar - JAYAPURA –Ketua Panitia Pelaksana Kongres Papua III, Selpius Bobii, didampingi beberapa tokoh adat dan tokoh pemuda Papua menyatakan kongres Papua III teta...14 tahun yang lalu
-
TIDAK MENCAIRKAN DANA UNJIAN, SEKOLAH DASAR SE- KABUPATEN DOGIYAI MOGOK BELAJAR-MENGAJAR - Hari ini (19/5) di Dogiyai guru-guru mogok mengajar, hal ini diakibatkan karena pemerintah tidak mencairkan dana Ujian yang diselenggarakan beberapa waktu...15 tahun yang lalu
-
PAPUA MAU DIBAWA KEMANA - Oleh : ARKILAUS BAHO Gunung Nemangkawi di Timika sudah banyak lubang dan terowongan. Hasil emas, tembaga, perak dan uranium dibawa ke Amerika dan Indonesia...15 tahun yang lalu
-
Sosok Iis Rosita Dewi, Anggota DPR Istri Edhy Prabowo yang Ikut Ditangkap KPK - Iis Rosita Dewi, istri Menteri Edhy Prabowo, ikut ditangkap KPK sepulang dari Amerika Serikat. Ini sosok Iis Rosita Dewi yang merupakan anggota DPR.5 tahun yang lalu
-
Biar Anak-Anak dan Yang Lemah Datang Padaku? - Entah mengapa di masa prapaska, kasus-kasus pelecehan seksual di Gereja Amerika kembali mencuat. Kalau membaca beritanya (saya kutip di bawah), saya menj...15 tahun yang lalu
-
Penembakan Terjadi Lagi, 5 Karyawan Freeport Terluka - inggu, 16 Agustus 2009 | 14:52 WIB Laporan wartawan KOMPAS Aryo Wisanggeni G TIMIKA, KOMPAS.com — Penembakan kembali terjadi di areal PT Freeport Indonesia...17 tahun yang lalu
-
-
-
-
Menturut Anda Blog ini??
Live Traffic Feed
Pengikut Blosite
Sabtu, Desember 06, 2008
Kepada Cinta dan Kebenaran
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
6.12.08
0
komentar
Label:komunitas paniai Selengkapnya..
Pendidikan Dogiyai Butuh Waktu dan Keseriusan Semua Pihak
Pendidikan Dogiyai Butuh Waktu dan Keseriusan Semua Pihak
NABIRE - Untuk membangun dunia pendidikan di Kabupaten Pemekaran Dogiyai hanya dibutuhkan waktu dan keseriusan serta keterlibatan semua pihak. Demikian penegasan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Dogiyai, Drs. Andreas Yobe, M.Hum.
Namun dirinya mengakui sebagai orang asli Kabupaten Dogiyai akan memulai menata dunia pendidikan dari kantor hingga ke sekolah-sekolah masing-masing. Dengan satu sistim, peningkatan disiplin kerja yang tegas dan berwibawa.
Dan Kepala Dinas yang satu ini juga merupakan orang lapangan yang sudah dibilang banyak menelan manis dan pahitnya liku-liku dunia pendidikan. Sehingga dari pengalaman tersebut, akan dijadikan modal membangun dunia pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Dogiyai.
Kebetulan saya orang lapangan, maka saya sudah tahu persis apa yang menjadi kendala. Sehingga saya akan membangun kerja sama dengan para guru yang sedang melaksanakan tugas di lapangan,” tuturnya kepada Papuapos Nabire, Senin (2/12) usai mengikuti acara sosilaisasi dana BOS buku bagi para kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Nabire dan Dogiyai di kantor Dinas Dikjar Nabire.
Dikatakan, untuk menjawab kemajuan dunia pendidikan yang lebih baik, tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi dilakukan dengan tekad dan hati yang bersih serta adanya peningkatan disiplin yang baik.Tentunya harapan kemajuan dunia pendidikan akan dicapai, dan hal inipun tidak harus dilakukan atas dasar satu orang. Tetapi adanya keterlibatan dan kerja sama antara orang tua, guru dan pemerintah serta masyarakat sekitar dan peduli pendidikan.
Dan untuk melihat kondisi riil pendidikan yang ada di Kabupaten pemekaran Dogiyai, setelah dirinya dilantik pada tanggal 12 November dan selang satu hari kemudian, kepala dinas yang satu ini langsung melakukan kunjungan turun lapangan ke setiap sekolah. Tujuannya, melihat kondisi pendidikan dari dekat.
Sehingga dari hasil kunjungan turun langsung ke lapangan itu, telah ditemui keprihatinan yang melanda dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Dogiyai seperti SMAN 5 Nabire di Moanemani yang ada gedung tetapi tidak memiliki meubeler kursi dan meja.
Bukan saja kursi dan meja belajar para siswa yang tidak ada. Tetapi hal yang paling sulit adalah terlihat rata-rata semua sekolah tidak memiliki rumah guru untuk bisa tinggal betah dan melaksanakan tugas. Sehingga dari hasil kunjungan lapangan yang temui itu, merupakan pekerjaan berat yang harus dijawab secara bertahap demi kemajuan dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Dogiyai.
Diketahui bersama, untuk melihat kondisi riil dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Dogiyai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA dan SMK, membutuhkan waktu lama. Karena jarak antara kampung dan distrik harus dilalui dengan jalan kaki saja.
“Pada bulan Januari 2009 nanti, saya akan tegakan disiplin yang sedini mungkin supaya proses belajar mengajar yang ada di lapangan dan kinerja aparat pelaksana pendidikan di kantor bisa berjalan dengan meletakan dasar yang kuat demi kemajuan pendidikan,” tuturnya.
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
6.12.08
1 komentar
Label:komunitas paniai Selengkapnya..
Pilkada Pekan III Desember

Pilkada Pekan III Desember
NABIRE - Sesuai jadwal kampanye terbuka Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire tahun 2008 yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, 1 Desember lalu, diperkirakan pelaksanaan pemungutan suara akan dilaksanakan pecan III (minggu ke 3) Desember 2008. Sebab, dalam jadwal kampanye yang ditandatangani Ketua KPU Nabire, Yusuf Kobepa, SH, kampanye terbuka mulai dilaksanakan Jumat (5/12) hingga Selasa (16/12) mendatang.Dengan ancar-ancar jadwal kampanye di atas, diperkirakan pemungutan suara Pilkada Nabire akan dilaksanakan pada hari ke 4 setelah hari terakhir kampanye. Karena tiga hari dua pecan kampanye adalah untuk masa tenang.
Jadwal tersebut ditetapkan melalui berita acara Nomor 272/149/BA.KPU/2008 tentang Penyampaian Pergeseran jadwal Kampanye Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2009-2014.
Dalam berita acara yang ditetapkan Sabtu, 22 November 2008 KPU Nabire menetapkan pergeseran jadwal yang sedianya dilaksanakan mulai 17 November hingga 30 November dan masa tenang tiga hari dari empat belas hari kampanye. Berita acara tersebut ditandatangani lima anggota KPU dan cap.
KPU Nabire menetapkan waktu kampanye mulai pukul 9 hingga jam 4 sore (pukul 16). Pada hari Jumat kampanye dimulai pukul 13 hingga 17.00 WIT. Untuk Distrik Nabire, pelaksanaan kampanye bertempat di Taman Gizi, Oyehe.
Sekalipun sudah ada berita acara pergeseran dengan ancar-ancar kampanye hari pertama pada besok, Jumat (5/12) namun belum pasti. Sebab, kapan mulai star dan persiapan lainnya, KPU juga belum koordinasi dengan sembilan kandidat.
(sumber papuaposnabire)
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
6.12.08
0
komentar
Label:komunitas paniai Selengkapnya..
KEKACAUAN 2 kubu GKII & KINGMI PAPUA
KEKACAUAN 2 kubu GKII & KINGMsetiap insan selalu berada merusak kehidupan umat yang percaya
dan selalu hidup ini iblis mencobai,setiap kehidupan umat yang percaya
selalu saja mengoda dengan berbagai persoalan,inilah hidup manusia selalu dan selalu mencekam terus menerus kapan ka? akan tenang hidup ini, kami selalu berdoa kepada mu Tuhan engkaulah penolong setiap insan yang mendominasi di bawa kolong langit ini
AWAL TERJADI MASALAH
- sesudah gereja GKII Bethesda di bangun dan hari peresmian akan terjadi masalah. Masalah terjadi karena lambang yang di pasang wilayah tidak kordinasi dengan baik kepada pihak kelasis Nabire apa lagi gereja Bethesda ini induk gereja kingmi yang ada di nabire
- Masala yang ringan tetapi akanlah terjadi dengan darah yang panas maka akan terjadi konflik antara 2 kubu KINGMI & GKII yang sangat kuat,maka terjadilah kekacauan di tempat tersebut, sedang belangsung di kediaman gereja bethesda disitulah pusat masalah KINGMI dan WILAYAH GKII. Di Nabire
PUSAT MASALAH
- yang terjadi LAMBANG / LOGO yang di tempel di depan pintu masuk gereja Bethesda.. pihak KINGMI, memintah harus merobah lambang yang di pasang di depan pintu gereja Bethesda dengan alasan-
- gereja Bethesda belum kordinasi dengan pihak yang bersangkutan Seperti biro Klasis kingmi Nabire papua
- otsus Tahun 2001 berlaku, maka berlakulah otsus tersebut baik dalam pemerintahan maupun birokerat Agama yang ada di papua. KINGMI alasan mendasar seperti itu, saya pikir sangatlah benar krn otsus berlaku di tanah papua ini
-
TERJADI KONVILIK
- Pada hari kamis 03 12 2008 akanlah terjadi kekacauan di depan gereja Bethesda karang mulia Nabire, berlangsung beberapa menit dan tenang kembali, sedikit lagi datanglah sebua terek anggota menjaga.
- Pada tanggal 04-12-2008 jam 09 pagi terjadi lagi kekacauan dengan rombongan masyarakat dan sekelompok anggota polri, dan disitulah terjadi tembak menembak selama berapa menit, dan pihak masyarakat luka luka kena peluru karet dan tidak terlalu berat
Keputusan terakir dari Departemen agama di Nabire dan kepala daerah bupati nabire menunda peresmian gereja tersebut dan Lambang akan di robah, keputusan departemen agama di puasat akan berlangsung tanggal 8 12 2008
Yang mengangumi anak jalanaI PAPUA
by NOFIT NAWIPA
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
6.12.08
0
komentar
Label:komunitas paniai Selengkapnya..
Kamis, Desember 04, 2008
Gubernur Suebu: Tuntutan Merdeka Telah Berkurang

Ratusan mahasiswa Papua se-Jawa Bali yang tergabung dalam Komite Aksi Nasional Rakyat Papua Barat (KANRPB) dengan menggunakan berbagai atribut adat melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (1/12). Dalam aksinya mereka menuntut Pemerintah Pusat untuk membuka ruang dialog dan melaksanakan Referendum bagi kebebasan rakyat Papua menentukan nasibnya sendiri.
JAYAPURA, RABU - Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan saat ini jumlah rakyat Papua yang menuntut kemerdekaan sudah jauh berkurang. "Hasil pelaksanaan otonomi khusus (Otsus) di Papua sudah mulai dirasakan masyarakat sehingga tuntutan untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah jauh berkurang," kata Gubernur Suebu di Jayapura, Selasa (2/12) malam.
Menurut dia, indikasi berkurangnya tuntutan kemerdekaan itu terlihat dari kehadiran warga untuk memperingati apa yang disebut hari "Papua Merdeka" pada 1 Desember dengan wujud mengibarkan bendera bintang Kejora. "Di masa sebelum Pemberlakuan Otonomi Khusus, ribuan orang menghadiri hari kemerdekaan pada setiap 1 Desember dan diwarnai aksi kekerasan. Namun kini acara semacam itu hanya dihadiri segelintir orang," katanya.
Bertalian dengan itu, gubernur menyesalkan penilaian beberapa kalangan yang hanya terfokus pada pengibaran bendera Papua Merdeka saja tanpa melihat akar persoalannya.
Suebu, yang pernah menjadi gibernur Papua di masa Orde Baru itu, mengibaratkan pengibaran Bendera Papua hanyalah asap saja, sementara apinya adalah kemiskinan, ketidakadilan dan keterbelakangan. "Jika apinya telah kita bendung, maka asapnya tidak akan muncul lagi," kata Suebu mengibaratkan.
Dalam pertemuan dialogis dengan sejumlah wartawan dari berbagai media massa cetak Jakarta di kediaman resmi gubernur di Jayapura, Suebu menjelaskan beragam persoalan yang dihadapi provinsi terkebelakang di Indonesia tersebut. Pertemuan para wartawan Ibukota dan Gubernur Suebu itu diprakarsai oleh Departemen Luar Negeri, yang pada kesempatan itu dihadiri pula para peserta Diklat calon diplomat RI.
Gubernur memaparkan mengenai upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan, pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan membendung pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Menjawab pertanyaan Antara dalam pertemuan itu menyangkut kecaman Amnesti Internasional atas pelanggaran HAM di Papua, Suebu menepis bahwa banyak data yang digunakan lembaga tersebut tidak akurat. "Saya pernah menemui pimpinan Amnesti Internasional yang bermarkas di Inggris itu. Ternyata data mengenai para korban HAM yang dihimpunnya tidak akurat," katanya.
Sebelumnya, pada 25 September, Amnesti Internasional mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyelidiki kasus pelanggaran HAM di Papua terutama mengenai penyiksaan terhadap para narapidana.
Suebu mengungkapkan bahwa pihak Amnesti pernah menunjukkan pada dia tentang nama-nama korban HAM di Papua. "Tapi saya sendiri tidak mengenal (nama-nama) yang disodorkan Amnesti. Bagaimana saya menjelaskan. Toh saya sendiri tidak mengenal nama-nama korban pelanggaran HAM itu," katanya.
(SUMBER KOMPAS.com)
yang terkasih bpk gubernur,sy sangat sayangkan ucapan bpk bahwa rakyat papua sudah merasakan otonomi khusus sehingga tuntutan merdeka sudah berkurang,di mana hati bpk,jgn menipu hati bpk sendiri,bpk sendiri tau bahwa rakyat papua itu tdk merasakan otonomi khusus yg di berikan,sampai sktg aja msh byk yg megalami kemiskinan,pendidikan yg kurang,klu mmg kt mencintai tanah kt ini,jgn pernah kt berbohong untuk tanah ini,krn tanah papua ialah tanah yg Tuhan sudah berkati,,,!Tuhan menyertai umat yg tertindas
GUBERNUR GOBLOK PORO UANG KAU
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
4.12.08
0
komentar
Mahasiswa Yogya Lebih Suka Beli Pulsa Daripada Buku
Mahasiswa Yogya Lebih Suka Beli Pulsa Daripada Buku
ditulis oleh: yosep gobai
Mahasiswa di Yogyakarta ternyata lebih suka membeli pulsa telepon genggam daripada membeli buku kuliah. Untuk membeli pulsa setiap bulannya, rata-rata mereka rela merogoh kocek Rp 90.200. Sedang untuk membeli buku pelajaran hanya Rp 39.750.
Demikian biaya hidup mahasiswa Yogyakarta tahun 2008 yang dipaparkan peneliti salah satu pegawai kopertis wilayah 5 , Ardito Bhinadi di jalan tentara pelajar Yogyakarta, Rabu (03/12/2008). Survei itu dilakukan bekerjasama dengan Bank Indonesa (BI) Yogyakarta.
"Ini menarik untuk dicermati, ternyata pengeluaran untuk membeli pulsa HP lebih besar daripada untuk membeli buku pelajaran yakni 7 persen dibanding 3 persen," kata Ardito.
Menurut Ardito, ada 3 komponen biaya hidup terbesar yakni makanan dan minuman, 31 persen, pondokan 17 persen dan transportasi sebesar 10 persen. Rata-rata biaya hidup mahasiswa pada tahun ini sebesar Rp 1.278.350/bulan. Rinciannya, untuk mahasiswa program diploma Rp 1.208.100, S1 Rp 1.60.800 dan S2 Rp 2.182.000/bulan.
"Dalam setahun mereka memberikan sumbangan terhadap pendapatan daerah sebesar Rp 4,6 triliun atau 12,25 persen dari PDRB DIY," katanya.
Untuk biaya pondokan, kata Ardito, rata-rata sebesar Rp 220.100/bulan atau Rp 2.641.200/tahun. Mereka lebih banyak memilih pondokan yang berdekatan dengan kampus tempat studi. Selain itu, mahasiswa juga lebih suka memilih makan di warung tenda daripada makan di restoran.
"Alasannya harga terjangkau dan lebih dekat. Dan ini bisa menggerakan roda perekonomian sektor informal terutama yang berdekatan dengan kampus dan pondokan," kata Ardito didampingi Kepala BI Yogyakarta, Tjahjo Oetomo.
Menurut dia, penelitian itu dilakukan terhadap 300 responden terdiri 53 persen laki-laki dan 47 persen dengan usia rata-rata 21-25 tahun. Sebagian besar responden berasal dari Jawa, yakni 77 persen. Sedangkan dari Sumatera 14 persen, Kalimantan 6 persen dan sisanya 3 persen dari berbagai wilayah lainnya di Indonesia.
"Responden juga berasal dari berbagai bidang ilmu, terbesar non eksakta 51 persen, teknik 28 persen, eksakta 16 persen dan kedokteran 5 persen dengan tahun masuk studi 2004 - 2008. Dan mereka mempunyai indeks prestasi kumulatif (IPK) antara 3-3,5 sebesar 59 persen, IPK di atas 3,5 sebesar 15 persen, IPK 2,50-2,99 sebesar 21 persen dan kurang dari 2,50 sebanyak 5 persen," pungkas dia.
(sumber Merapi)
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
4.12.08
Label:komunitas paniai Selengkapnya..
Rabu, Desember 03, 2008
Bakar Poster SBY-JK, 2 Mahasiswa Yogya Diciduk Polisi

Rabu, 03/12/2008 14:37 WIB
Bakar Poster SBY-JK, 2 Mahasiswa Yogya Diciduk Polisi
Bagus Kurniawan - detikNews
dok detikcom Yogyakarta - Dua mahasiswa Yogyakarta ditangkap polisi saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Agung Yogyakarta. Keduanya diciduk polisi saat mencoba membakar poster bergambar SBY-JK.
Penangkapan tersebut berawal dari aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Bersatu di depan Gedung Agung Yogyakarta, Jl Ahmad Yani, Rabu (3/12/2008). Para mahasiswa ini menuntut pemerintah mencabut SKB 4 menteri dan nasionalisasi perusahaan asing.
Dalam unjuk rasa itu, para mahasiswa melakukan orasi secara bergantian dengan penuh semangat. Para mahasiswa ini juga mengusung sejumlah poster dan fotokopi wajah Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla (JK).
Di tengah aksi orasi, tiba-tiba sejumlah mahasiswa menginjak-injak poster SBY-JK tersebut. Polisi pun tidak tinggal diam. Mereka berusaha merebut poster tersebut namun gagal dan aksi mahasiswa terus berlanjut.
Namun tidak lama kemudian, tiba-tiba dua mahasiswa mencoba membakar poster bergambar SBY-JK tadi. Polisi kembali bertindak. Kali ini mereka berhasil. Poster tersebut dirampas dan dua mahasiswa itu langsung digelandang ke truk.
Dua mahasiswa yang ditangkap adalah Andi Permana dan Aslihul Fahmialya. Keduanya saat ini dimintai keterangan di Mapoltabes Yogyakarta, Jl Reksobayan atau sekitar 300 meter dari lokasi unjuk rasa.
Penangkapan tersebut membuat para mahasiswa berang. Mereka mengancam akan mendatangi Poltabes Yogyakarta. "Kami tidak akan pulang jika kawan kami belum dibebaskan," ancam seorang mahasiswa
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
3.12.08
Label:komunitas paniai Selengkapnya..
Ribuan Mahasiswa Papua berada sejawa dan bali Menuntut Referendum di Jakarta
Mahasiswa/i papua sejawa dan bali mengucapkan selamat merayakan hari jadi bangsa papua barat yang ke-47 (01-12-2008) kami mengingat bahwa perjuangan kita belum selesai,maka kami Ribuan mahasiswa papua yang berada di jawa dan Bali berkumpul di jakarta untuk mereyakan Hari Ulang Tahun Bangsa Papua Barat ke-47, dan perlu menjadi tangisan yang mendalam ketika melihat Tanah air Kita dirampas oleh oknum-oknum yang mencinta akan pembunuhan. Kita semakin dewasa, seharusnya kita harus manyadari bahwa seluruh masyarakat Papua membutuhkan membutuhkan yang nama nya “KEBEBASAN” dan MERDEKA adalah jalan keluarnya. Yes we can kata Obama, pasti kita akan merdeka
tanggal 1 Desember Ribuan mahasiswa Papua yang berada di Jawa dan Bali menggelar aksi demo Damai menuntut peninjauan PEPERA tahun 1969 yang menurut kelompok mahasiswa penuh kecurangan dan cacat demi hukum.
Ribuan mahasiswa Papua ini berkumpul di gedung Indosat dan kemudian melalui satu komando massa ini bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia ( pusat kota Jakarta). Di tempat ini massa langsung menyampaikan sejumah persoalan yang sudah terjadi di Papua. Menurut massa Papua adalah korban an kepentingan Belanda, Amerika dan Indonesia. Untuk itu mereka menuntut agar ada referendum di Papua untuk menentukan nasib sendiri. Pepera harus diulang agar orang Papua dapat menentukan apa yang rakyat Papua mau.
Sejarah masa lalu dapat menentukan dan menjadi bagian dari kehidup masa kini aktifitas masa kini menentukan hidup masa depan, mengenang sejarah masa lalu, bukan sekedar perayaan rutin, tetapi melaluinya dapat beri motivasi untuk bekerja keras
SYALOM
MERDEKA
KEBENARAN BISA DISALAHKAN TETAPI, TIDAK BISA KALAHKAN
“G A N J A”
Diposting oleh
ADMIN KOMUNITAS PANIAI
di
3.12.08
0
komentar
Tentang Blogsite!!!!!
salam @admin
TiNGGaLKaN PeSaN AnDa!!
|
|
Blog Archive
Paniai Situs
Berita dari Detik
"Buku Pendidikan Papua"
Buku adalah jendela dunia.
Anak-anak Papua
Foto di atas adalah sebuah potret pendidikan dan kesehatan anak-anak Papua di hampir seluruh pedalaman Papua. Hak mereka untuk mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan masih memerlukan perjuangan yang berat untuk dipenuhi. Kita harus mengakiri! (Sumber foto dari pendidikanpapua.blogspot.com )
Mata Hati
mari bersatu menyapaki satu tujuan membawah paniai ke dunia era globalisasi
Gedung Sekolah
Contoh salah satu gedung sekolah di pedalaman Papua
Aksi
Demo beberapa siswa paniai, saat terjadi pemogokan sekolah
